Sepang Trip – Hostel Review

Kali ini saya mau review hostel saat Sepang Trip. Untuk trip yang semuanya serba rushing, pilihan hostel saya jatuhkan ke Irsia BnB. Ini dia penampakan hostelnya

Irsia BnB

Begitu masuk, interiornya hommy banget. Dorm-nya lumayan, cuma karena badan saya gede jadi goyang dikit pasti berderit.

Sedia sarapan ala barbeque-an gitu. Meskipun yang dimakan roti bakar juga, tapi disediain sunkist potong.

Lokasinya gampang dicari pas belakangnya Berjaya Time Square jadi dalam keadaan lelah dan malam hari sekalipun, deket ama monorail, dan pastinya ke Bukit Bintang bisa dijangkau dengan jalan kaki.

Harganya juga oke buat budget traveller, bisa booked lewat booking.com jadi pas checkin baru bayar.

Tulisan review ini ditulis on the spot pakai wifi hostel, juga menyambut Hari Blogger Nasional. Trus Kenapa Saya jadi Blogger? Blogging serentak inisiasi teman-teman Blogger Makassar AngingMammiri akan dipost hari ini juga.

Selamat Hari Jadi Blogger kawan-kawan seprofesi 😉

Konser Musik Legal oleh LangitMusik

Untuk memulai postingan ini, saya mau tanya pada kalian semua.

Seberapa dekat musik dalam kehidupanmu? Dan seberapa sering kalian mendengarkan musik? Apa musik/lagu yang kalian putar dari sumber yang legal?

Atau mungkin terjadi kebanggaan dan dialog dengan diri sendiri seperti dibawah ini

Horee! Saya sudah donlot lagu terbarunya si Itu yang baru saja dirilis.

Hmmm… tiba-tiba koq keinget lagu ini ya? Sepertinya belom punya nih, donlot ah!

Dengar Musik

Baiklah, untuk fair-nya saya jawaban pertanyaan di atas dulu ya :D. Bagi saya pribadi, musik menjadi teman ketika di kantor ketika saya membutuhkan konsentrasi lebih, maka saya akan memasang headset. Juga ketika saya berada di kostan, musik menjadi teman menjelang tidur/sepi. Sumber musik/lagu kebanyakan dari sumber unduhan gratis. Bisa dibilang kita telah andil dalam tindak kriminal loh, secara tidak sadar kita telah membantu peredaran musik illegal. Serem amat ya jadinya! Oke, kita tahu itu salah tapi mengapa tetap saja melakukan? Karena tidak ada alterantif web legal atau bisa jadi harga dari musik yang akan kita unduh harganya lumayan mahal. Jadi, hanya bermodalkan PC/laptop yang terhubung pada internet maka kita bisa mendapatkan lagu yang kita inginkan atau baru saja dirilis. Sekarang bagaimana solusinya agar tidak berlanjut terus menerus?

Continue reading

Di Balik Layar Road Show Pesta Blogger 2010

Tudang Sipulung: Sharing Komunitas dan Diskusi Makassar Tidak Kasar!

  • 3 Agustus 2010:

Sebuah mention dari Rara sebagai wanita kursi PB 2010 muncul, berisikan tentang Makassar sebagai kota pertama roadshow PB 2010. Waktunya untuk bersiap-siap!

  • 4 Agustus 2010:

Email resmi dari Rara masuk, menjelaskan ancang-ancang tanggal, kenapa Makassar dipilih jadi kota pertama, kenapa kena jadwal puasa lagi tapi untungnya dapat wiken. Horey!

Waktu terus berlari, tapi blom ada persiapan berarti yg dapat kami lakukan. Semangat melempem, kurang koordinasi. Jadi bingung sendiri.

  • 11 Agustus 2010:

Email detail rancangan acara roadshow PB 2010 dari Henny (salah satu panitia PB 2010) masuk kepada saya dan teman-teman lain. Beberapa hal yang kami bantu persiapkan: tempat blogshop (Perpustakaan Kampus Unhas fullbooked).

  • 12 Agustus 2010:

Saya, Nanie, Anbhar, Tika, Ical, Dg. Ipul + Nadaa, Irha, Unga + papinya Unga meeting kecil-kecilan untuk roadshow PB 2010 sekalian buka puasa bersama. Topik pembahasannya: me-list tempat2 untuk Blogshop, me-list tempat/resto untuk mini PB 2010, format acara mini PB 2010, target peserta Blogshop dan mini PB 2010.

  • 13 Agustus 2010:

Tika mensurvey ke ICT Center di UNM, Ical mensurvey ke Aula Kedokteran Unhas. Dan hasil survey dari Tika lebih layak untuk penyelenggaraan Blogshop. Nanie melaporkan hasil “perburuan” kepada Henny untuk ditindaklanjuti oleh pihak Maverick Jakarta.

  • 14 Agustus 2010:

Diagendakan meeting lagi tapi berhubung banyak yang berhalangan jadi dibatalkan. Nanie merekap hasil meeting dan mempostinya di milis untuk diobrolkan bersama.

  • 15 Agustus 2010:

Meeting dan buka puasa bareng bertempat di rumah Unga. Masak-masak persiapan buka. Yang hadir untuk sementara Nanie, Anbhar, Unga, Iqko, Anie. Berhubung Iqko punya tugas kenegaraan, jadi dia bertugas dulu. Saya pun menggantikan posisi Iqko. Menjelang buka puasa, ndak ada peserta meeting dan buka puasa yg merapat. Anie harus pamit duluan. Jadilah saya, Nanie, Anbhar dan Unga ngobrol santai, tidak terlalu terfokus pada meeting persiapan roadshow PB 2010. Tak berapa lama Iqko bergabung lagi, barulah kami agak serius membahas format acara mini PB 2010 yang kemudian kami sebut Tudang Sipulung. Ada 2 isu yg harus kami pilih malam itu, akhirnya isu itu jatuh pada Makassar Tidak Kasar!, sebuah gerakan yang diinisiasi oleh kawan dan salah satu inisiator Komunitas Blogger Makassar AngingMammiri.org juga, M. Aan Mansyur. Kenapa kami berani untuk mengangkat sebuah isu pada Tudang Sipulung dalam mini PB 2010 karena perlu waktunya kopdar yang rencananya melibatkan komunitas lain itu mengobrolkan atau saling mendiskusikan sebuah wacana dan isu untuk berbaikan Makassar kedepannya, apa yang kami ingin lakukan sejalan juga dengan tema PB 2010: Merayakan Keragaman. Malamnya, saya menyempatkan diri untuk ngobrol dengan Aan perihal ide ini melalui YM!.

  • 16 Agustus 2010:

Nanie dan Anbhar mem-booking ICT Center UNM untuk Blogshop tanggal 21 Agustus. Sekaligus mengecek beberapa tempat untuk acara sore hari, Tudang Sipulung.

  • 17 Agustus 2010:

Nanie, Anbhar, Iqko bertemu dengan Aan, Keyka untuk brainstorming isu Makassar Tidak Kasar!. Sayang sekali saya tidak bisa bergabung, padahal sangat ingin sekali.

  • 18 Agustus 2010:

Saya ke perpustakaan kota Makassar untuk mencari CP Taman Baca di Kecamatan dan Kelurahan seluruh Makassar. Kemudian ke BaKTi mengecek apa bisa dipakai tempatnya untuk Tudang Sipulung. Setiba di kantor, saya mulai menghubungi peserta by phone. Nanie sudah terlebih dulu mengirim surat by email. Rasa was-was mulai menyelimuti, segala pertanyaan yang ndak penting bermunculan, terlebih adakah ada yang datang ke acara kami nantinya. Daeng ipul membuat desain backdrop dan spanduk. Alhamdulillah, Mawar Advertising masih bersedia menjadi sponsor spanduk dan backdrop kegiatan kami seperti tahun-tahun sebelumnya. Akhirnya saya memutuskan berbagi tugas dengan Nanie dalam handle peserta. Desakan dari Henny untuk mengetahui tempat mini PB 2010 datang bertubi-tubi. Malamnya, saya, Nanie dan Anbhar menuju ke Dapur Makassar untuk mengecek resto penyelenggaraan Tudang Sipulung, sekalian booking. Setiba di rumah sebelum tidur saya mengabari Henny tentang lokasi Tudang Sipulung by sms.

  • 19 Agustus 2010:

Sebelum ke kantor, saya mampir ke kantor Daeng Ipul untuk mengambil desain spanduk dan backdrop. Sesampai di kantor, saya mulai mencari-cari CP dari Komunitas online maupun offline di Makassar. Untungnya juga ada beberapa komunitas yang sudah dikenal dan pernah menjalin kerjasama. Tak segan-segan kami meminta referensi kontak kepada teman. Dari 30 list komunitas yang diundang ada beberapa yang sudah mulai dikirim by email. Daeng Ipul membagi desain poster yang kemudian untuk di pasang dimanapun. Sorenya saya mengantarkan desain backdrop dan spanduk kepada Mawar Advertising, untuk diambil besok sore. Malamnya, saya, Nanie, Anbhar, Iqko, Herman bertemu lagi dengan Aan, Keyka, Esha (mahasiswa Padang yang mengikuti program residensi mahasiswa, salah satu program dari Makassar Tidak Kasar!) untuk mematangkan konsep dan penambahan undangan untuk media dan komunitas.

  • 20 Agustus 2010:

Kembali menghubungi CP komunitas dan mengirimkan undangan by email. Panitia PB dari Jakarta sudah tiba di Makassar tapi tidak bisa menemani cek lokasi untuk Blogshop besok pagi karena terikat dengan jam kantor. Malam harinya, kami diundang oleh Panitia PB dan Kedutaan Amerika untuk makan malam bersama di Restoran Dinar, yang sebelumnya Nanie, Anbhar dan Vby mengambil spanduk dan Backdrop dari Mawar Advertising. Setelah dari Dinar, kami mengarah ke Tamalanrea untuk mengambil slide dan LCD menggunakan mobil Rara Pantai Losari untuk menuntaskan hasrat Pisang Epe *lirik Masset, Nena dan Fany*. Nanie mendelegasikan fotocopi Materi Blogshop ke Unga. Hanya saja, x-banner AngingMammiri entah dimana keberadaannya *sigh*.  Selesai muter-muter, kami semua ngetem dan nyelesaikan untuk persiapan besoknya di kamar Rara, Masset dan Henny di Horison.

  • 21 Agustus 2010:

Pagi sudah standby di ICT Center UNM. Masih saja was-was jumlah peserta Blogshop. Mengurus ini itu, ketika kembali lagi ke ICT Center peserta sudah menbludak, 1 komputer dipakai berdua. Beberapa peserta juga menggunakan laptop pribadi dan laptop milik teman-teman AngingMammiri. Daeng Ipul menjadi tukang foto pada hari H. Iqko dan Unga kesana-kemarin mengecek sound system untuk Tudang Sipulung. Nanie dan Anbhar mengambil LCD dan Slide menggunakan motor. Herman mengambil spanduk dan backdrop di D’Green café untuk acara Tudang Sipulung. Ichal harus 2 kali ke agung untuk membeli ATK. Sorenya, Iqko menjadi host di Tudang Sipulung. Vby menbantu menjadi penerima tamu.

Begitulah kerucahan sepekan menjelang Road Show PB 2010. Pekan yang sibuk tapi sebanding dengan ekspektasi kita bersama. Meskipun ada beberapa hal kecil yang terlupakan

Terima kasih buat semuanya

 

 

 

Poto dicomot diam-diam dari koleksi Daeng Ipul dan Amad di Facebook

Archives

Twitter Updates

Member of

banner angingmammiri

BlogFam Community