Wake me up when September ends

Wake Me Up When September Ends

Ketika September menjelang, 2 tahun terakhir ini saya selalu menuliskan tulisan di atas pada status di jejaringan sosial yg saya miliki. Status itu memang status pasaran yang dituliskan oleh banyak orang. Tapi September punya makna khusus buat saya. Ya, September adalah Bulan yang dipilih untuk melahirkan saya ke dunia. Tepatnya di penghujung Bulan.

iam30!

Tahun ini, tak banyak yang mengucapkan kata “Selamat Ulang Tahun, Happy Birthday atau Selamat Bertambah Umur/Tua” karena saya sengaja meng-hidden tanggal lahir di fesbuk. Ingin tahu, seberapa banyak teman dan sahabat yang ingat hari kelahiran saya  *iseng*.

Salah satu sahabat saya —iQko, memberi hadiah sebuah tulisan yang dia posting di notes-nya. Tulisan dari hati, begitu saya menyebutnya ketika selesai membaca tulisannya. Saya sangat terharu. Berikut skrinsyutnya:

Note iQko - Wake Me Up When September Ends

Terima kasih buat Mama, Papa, Kakak-kakak, Sahabat, Teman dan semuanya. Saya hanya bisa mengaminkan dan berharap doa-doa yang kalian layangkan menjadi kenyataan.

Saya menyayangi kalian semua

About n t a n™

blogger | budget traveller | food admirer | karaoke singer | crochet fan | social media slave | addicted to #MotoGP

Leave your Respond

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

Twitter Updates

Member of

banner angingmammiri

BlogFam Community

%d bloggers like this: