#2 – Berenang: Olahraga dan Terapi Jadi Satu

Berenang: Olahraga dan Terapi Jadi Satu

Kalau sekarang kalian tanya, olahraga apa yang saya gandrungi?

Pastinya berenang.

Heh? Berenang? Memangnya bisa?

Ya bisa, karena semenjak saya berenang dan ada teman yang liat saya berenang. Dia bilang kalo hukum archimedes jadi terbantahkan. Hahahaha, kuraaa(ng ajar)!.

Terus kenapa saya memilih berenang?

Karena saya ndak suka lari. Menurutku, lari itu olahraga paling aneh. Ndak ada yang ngejar koq lari? Hahahaha. Alasan konyol! Etapi memang benar kan😛. Sebenarnya sih saya punya alasan kuat, karena lari saya lambat. Itu terbukti ketika masih SD, saya selalu berteriak ke teman-teman sepermainan kalau ketemu anjing, jangan lari karena anjingnya pasti ngejar. Yah, namanya juga anak-anak, larilah mereka. Dan saya ditinggal semena-mena berdua dengan anjing yang sudah menyalak ndak jelas gitu. Kiyaaaa! saya pun lari paling belakang lagi sampai hampir digigit . Huft! kali ini alasannya sangat sangat konyol ya .

Balik lagi ke renang. Siapa sih yang ndak suka main air? *mikir*. Main air itu keisengan yang sangat menyenangkan. Apalagi kalau bisa basah-basahan dan membelah air. Wiih! asiiik sekali.

Oh ya, satu lagi alasan yang masuk akal kenapa saya milih renang?

Karena renang salah satu olahraga cardio yang ndak perlu berpeluh-peluh ria. hahaha.

Kebetulan Fitri (sahabat saya) yang tergabung dalam SAR Unhas, mau ngelatih gerakan renangnya makanya diajaklah saya untuk ikutan berenang. Kejadiannya itu tahun 2009, sekitar bulan Mei juga. Sempat beberapa kali renang bareng tapi saya harus berhenti karena punya penyakit musiman, yaitu radang telinga dalam. Niat berenang yang menggebu-gebu harus dihentikan kemudian digantikan oleh aerobik dan BL. Huft!

Tapi semenjak gabung di Komunitas Backpacker, keinginan untuk berenang kembali meledak. Ndak lucukan kalo sedang di pantai lantas saya ndak bisa berenang, bisa-bisa saya diketawain sama Spongebob . Kemudian saya ajaklah fitri untuk mulai rutin berenang lagi. Mulailah saya kontinyu berenang, sesekali di Tirta Lontara kemudian kembali lagi ke Kolam Renang Kampus Unhas. Kegemaran ini mulai tercium oleh Iqko. Tergodalah dia untuk ikutan berenang. Saya ingat sekali, pertama kali berenang bareng Iqko di Tirta Lontara di awal April. Tau ndak, dia lebih jago dari saya sekarang.  Huh! *iri*. Coba deh tanya Iqko, rutinitas apa yang dia sukai sekarang, pasti jawabannya berenang. Soalnya dia pernah bilang, renang itu terapi yang dia cari selama ini. Karena dengan berenang dia benar-benar bisa mengambil alih semua kuasa atas tubuhnya. Maksudnya disini, dia bisa berbicara dengan tubuhnya, kasarnya dia bisa memerintah tubuhnya untuk melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang ada di pikirannya. Toh Iqko toh *naik-naikkan alis*.

Selama di kolam, saya paling suka berada di dekat siswa yang sedang berlatih. Lumayan bisa mencuri dengar instruksi pelatih dan mempraktekannya sendiri. Kemudian diulang lagi sampai saya bisa tanpa harus mengeluarkan duit untuk pelatih renang. Hahaha. Tapi kekurangannya ndak ada yang mengevaluasi gerakkan saya, sudah benar atau malah salah 100%. Hahaha.

Ndak berapa lama, saya pun bisa gaya dada/katak. Yeeeiy! Sebelumnya cuman puas dengan meluncur dan gaya bebas yang dipaksakan. Hahaha. Akhir-akhir ini malah kegirangan dengan gaya katak dan melupakan gaya bebas. Hihihi. Sekarang ini kalau ada waktu luang, saya lebih memilih untuk dihabiskan sore dengan berenang, meskipun saya harus sendirian di dalam kolam, kolam yang 1,5 meter sih. Hahaha.

Record terbaru yang paling hebat dalam berenang yaitu saya sudah berani berenang di atas kedalaman 5 meter. Tapi sumpah! Melawan ketakutan dalam diri sendiri lebih susah daripada belajar berenang itu sendiri. Perasaan paranoid bermunculan di kepala. Mulai dari  takut ada yang narik kaki kita lah, tiba-tiba ngeliat suatu makhluk yang melintas lah, kehabisan napas di tengah kolam, kaki/tangan kram sampai ndak bisa digoyangkan, pokoknya macem-macem. Nah, pikiran negatif itu yang harus dibumihanguskan. saya saja masih belajar mengenyahkann pikiran yang ndak penting itu. Sangat diperlukan keyakinan yang kuat dan tanamkan pada pikiran bahwa kita bisa. Yakin deh, pasti bisa. Terbukti saya bisa 1 kali bolak balik dan sekali bolak, ndak balik lagi. Karena terjadi tragedi topi robek. Hihihi. Benar-benar kejadian yang amazing . Tapi percaya deh sama saya, kalo berenang di atas kedalam 5 meter memiliki sensasi yang jauh lebih menantang.

Untuk kolam renang favorit saya itu di Kolam Unhas. Oke oke, Tirta Lontara memang jauh lebih bersih tapi setidaknya saya sudah menguasai areanya😀. Area kolam renang yang lain ada di Matoangin, Kolam UMN, Wisata Kebun Gowa, Horison, Sahid, Singgasana, Waterboom Pangkep trus Water Park yang sedang dibangun oleh Bukit Baruga *towel-towel daeng ipul*

Jadi kapan mau berenang bareng saya?

About n t a n™

blogger | budget traveller | food admirer | karaoke singer | crochet fan | social media slave | addicted to #MotoGP

12 responses to “#2 – Berenang: Olahraga dan Terapi Jadi Satu

  1. wah…motivasi nih. Iya masih belum berani karena parno, apalgi ketika kaki tidak lagi menginjakkan dasar, tapi saya lebih senang dgn versi menyelam…suka lihat dasar pantai yg indah itu loh.:mrgreen:
    .-= ILHAM´s last blog ..Ilham#Blog31hari : Berita yang heboh di Ende =-.

  2. L'

    haah… k’intan ikutan… ajr k jg, mw sx k bs (nda prl jago, he7), bt mlwan phobia…….
    srius neh…….

  3. hahahaha, saya tunggu di ujung kolam 5 meter yah
    *kedips*
    .-= iQKo´s last blog ..#blog31hari =-.

  4. Ina

    Saya nga bisa berenang.😐
    .-= Ina´s last blog ..Tidak Berubah =-.

  5. julianusginting

    saya suka berenang….🙂😆😆
    .-= julianusginting´s last blog ..Alasan Orang Yahudi Pintar =-.

  6. wawan

    lari itu olahraga paling aneh. Ndak ada yang ngejar koq lari?
    sy suka dengan bagian yang ini..

  7. huaaa! pengen diving juga. tapi belom sanggup ambil sertifikasinya. 1,7jt disini.

  8. ayo mi, liph!
    kita berenang bareng-bareng, si patolo-toloi bareng-bareng. hahaha.
    nanti saya info nah
    ^^

  9. eerrrr.. baiklah. akan saya coba dikentjan selanjutnya
    hihihiii

  10. biasa berenang dimana?
    kapan-kapan barengan yuuuks😀

  11. hahahaha. ada juga temanku padeng. hayo, berenang😀

  12. Hahahaha…pengakuan yang sangat jujur, tapi memang semua orang tidak bisa melakukan olahraga lari, khan aneh juga, ndak ada yg kejar2 kok lari, hehhee…omon2, bersihji kolamna yg di Unhas itu ya?. Kayaknya saya sudah tidak bisa lagi berenangmi ini sudah lama sekalimi tidak coba. tapi dengan baca blog ini, kayaknya harus dicoba lagi, mantappp…
    .-= haerulsohib´s last blog ..Siang Teringat Cinta Lagi =-.

Leave your Respond

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

Twitter Updates

Member of

banner angingmammiri

BlogFam Community

%d bloggers like this: