Kasus (Lama) itu Terulang Lagi

Saya akan bercerita tentang sepak terjang penipu berkedok persahabatan dan kepercayaan. Tersangka akan saya sebut dengan Si Perempuan Ungu. Memang sih saya bukan jadi KORBAN secara langsung, meskipun beberapa kali Si Perempuan Ungu ini pernah meminjam sejumlah dana yang ndak banyak dan dia kembalikan setelah saya beberapa kali menagihnya. Tapi dia sudah meminjam dengan paksa sejumlah dana pada Komunitas saya.

Sebenarnya ini kasus lama, sekitar bulan September 2008. Waktu itu Komunitas yang saya berkecimpung didalamnya sedang mempersiapkan Hari Jadi yang ke-2 yaitu tanggal 25 November. Si Perempuan Ungu ini kebetulan menjadi seksi sibuk dalam peluncuran buku Komunitas, dia dan salah satu teman mengurus perihal pembayaran royalti kepada penulis dalam buku keroyokan itu.

Nah, setelah kelar pengurusan royalti, saya sebagai Bendahara Komunitas, meminta kembali ATM yang sempat dia pegang. Tapi setelah saya tagih ATM tersebut tak kunjung dia serahkan ke saya, waktu itu dia cuman bilang kalau ATM dia simpan di rumah. Padahal panitia hanya bergantung pada dana yang berada di dalam ATM itu. Sekitar 2 pekan sebelum perayaan Hari Jadi Komunitas, dia mengaku kalau ATM itu hilang bersama dengan dompetnya *lah, katanya ATM di rumahnya koq. ikutan ilang?*. Tanpa berdosa dia meminta saya (sebagai salah satu penandatangan di rekening itu) untuk mengurus kehilangan ATM. Karena kesal, saya tak bergeming untuk mengurus kehilangan ATM itu. Saya merasa sudah sangat sering meminta ATM itu kembali 👿 . Tau tidak, belakangan saya dapat info dari teman yang lain kalo Si Perempuan Ungu ini selalu beralasan kalo saya sangat susah ditemui, itu mengapa dia tidak kunjung mengembalikan ATM ke saya. Padahal setau saya selama pengurusan Hari Jadi Komunitas, intensitas ketemuan makin meningkat. Ditambah lagi kantor tempat dia bekerja dulu cuman sepelemparan dari kantorku. A*jr*t banget yah!.

Setelah ATM tergantikan lalu Ketua Komunitas mencetak rekening koran dari ATM. Viola! (ato Voila?! :D) banyak penarikkan yang ndak jelas untuk apa. Ketika Ketua Komunitas meminta dia untuk mempertanggungjawabkannya, dia cuman bilang akan mengembalikan dana dengan dicicil. Tapi utang tidak kunjung dia kembalikan dengan cara mencicil sekali pun. Begitu kondisi semakin runyam. Entah apa yang ada dipikirannya, dia langsung saja seenaknya pergi meninggalkan kota kami. Alasannya dia dapat tawaran kerja dari sesama teman Blogger di ibukota sekaligus mengikuti kursus yang berhubungan dengan kerjaannya. Yang ada dipikiran saya waktu itu “apa memang harus pergi tanpa pamitan seolah-olah kita itu tidak pernah begitu dekatnya”. Saya beranggapan bahwa interaksi yang sudah kita lakukan selama setahun terakhir ini serasa sia-sia. Terlebih bertolaknya dia ke ibukota tidak menyinggung pengembalian dana Komunitas sepeser pun.

Memasukki perayaan Hari Jadi yang ke-3, hutangnya tidak juga dilunasi. Kesabaran kami sudah diambang batas, akhirnya kami memutuskan untuk menagihnya secara konfrontasi di beberapa jejaring sosial. Lagi-lagi dia hanya bisa bilang kalo dananya belom ada. Setelah ditagih secara bertubi-tubi akhirnya Si Perempuan Ungu mengembalikan setengah dari dana yang dipinjamnya. Sisanya setelah pembayaran proyek katanya. Dan sampai saya tulis postingan ini, sisa utang tidak juga dia lunasi. Entah sampai kapan kami harus memohon pada dia untuk mengembalikan dana Komunitas *heran deh! sapa yang punya duit sebenarnya sih?*.

Kejadian diatas mengingatkan saya akan pepatah kuno “datang tampak muka, pergi tampak punggung”, sewajarnya bila seorang yang berpendidikan, tau adat seperti itu. Apalagi konon kabarnya dia itu alumni Psikologi di salah satu Univeritas.  Tapi entahlah, saya jadi sangsi pada semua cerita yang dia lontarkan.

Postingan ini berdasarkan kisah nyata serta tanggapan tentang Si Perempuan Ungu. Bisa jadi kalian beranggapan bahwa postingan ini terkesan sadis tapi andai kalian berada pada posisi kami, kalian tidak akan bisa sesabar yang kami lakukan. Hanya menunggu dan menunggu. Lagian saya berharap dengan dipostingnya cerita ini, tidak ada lagi korban yang berjatuhan, karena kabar yang saya dengar bahwa dia mengulang modus yang sama pada Komunitas lain di luar sana, meskipun target korban kali ini lebih pada personal.

Berhati-hatilah teman, dia bisa dimana saja. Licik, licin dan lihai.

Oh ya, silahkan baca postingan serupa di :

About n t a n™

blogger | budget traveller | food admirer | karaoke singer | crochet fan | social media slave | addicted to #MotoGP

16 responses to “Kasus (Lama) itu Terulang Lagi

  1. Pingback: Kisah Tentang Seorang Teman « Thoughts, Dreams, and Emotions…

  2. *sigh*
    berharap ybs bisa sadar dari kebiasaannya ini😦

  3. iyah, yang terpenting dia bisa bertanggungjawab dan mengembalikan semua dana yang sudah dia pinjam
    (nottalking)

  4. saya ndk suka ungu nah….. saya suka orange….. 8)

  5. ganti pale’ sebutannya Si Perempuan Orange
    *eh*:mrgreen:

  6. horeeeee!! moga masalahnya cepet kelar, jadi blog saya ndak ternoda…😆
    .-= ocha´s last blog ..Big Fat Liar =-.

  7. Pingback: Si Penyuka Ungu « .:: Nhie ::.

  8. ..saya tak bergeming untuk mengurus kehilangan ATM itu… seharusnya : Saya bergeming..dst..dst.., trus : ..Viola!..yang benar : Voila..!!, viola itu artinya ungu dalam bahasa Italia (ehh..tapi malah sesuai dengan jalan cerita ya..? hahaha)

    btw..komen saya di tulisannya Rara saya kira sudah cukup menggambarkan perasaan saya pada masalah ini…
    .-= Ipul´s last blog ..Macet..Macet..Macet =-.

  9. iyah, cepat kelar😀. terus kita nyuci blog di Pantai Losari. melarung semua kesialan, gimana?🙄
    .-= n t a n™´s last blog ..Kasus (Lama) itu Terulang Lagi =-.

  10. hahaha! iya, kemaren sempat bingung penggunaan kata “bergeming”
    wah, kebetulan yang pas hehehe.
    makasih koreksinya daeng😉
    .-= n t a n™´s last blog ..Kasus (Lama) itu Terulang Lagi =-.

  11. semoga masalahnya cepat kelar yaaa… *bantu doa*

    dan uang yang “dipinjam” bisa cepat kembali…😉

  12. rhena

    semoga si Perempuan Ungu mendapatkan rejeki yang (halal) berlimpah di tahun macan logam ini supaya bisa menyelesaikan semua tunggakannya, amin… Gong Xi😉

  13. sangat bisa memahami perasaanmu…

  14. oh bgtu toh…mungkin inimi yang juga menghabat penerbitan SKFS di’? ckckckckckckc
    .-= greenfaj´s last blog ..karena rokok =-.

  15. perempuan yg gk cocok jd bendahara kluarga..hahhahah…. jelek

Leave your Respond

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

Twitter Updates

Member of

banner angingmammiri

BlogFam Community

%d bloggers like this: